Permasalahan kulit kering dialami oleh banyak orang. Bukan hanya kulit wajah atau kulit lengan dan kaki, tapi juga kulit di sekitar area intim seseorang. Beberapa penyebab keringnya kulit adalah:

  • Bertambahnya usia
  • Kecenderungan dalam keluarga
  • Kelembapan yang rendah
  • Penggunaan pemanas atau AC
  • Mandi yang terlalu sering, terlalu lama, dan terlalu pana airnya
  • Penyakit tertentu – diabetes, tiroid, ginjal, liver

Untuk itu, dalam merawat kelembaban kulit daerah seputar kelamin perlu memperhatikan beberapa hal. Meski terdengar sepele dan rasanya sudah melakukan rutinitas yang sama bertahun-tahun, tapi sedikit saja perubahan dalam cara merawat kulit di area kelamin dapat membawa efek besar. Perlu diingat bahwa:

  • Penggunaan sabun harus dihindari
  • Usapan saat membersihkan menggunakan air hangat dan dilakukan secara singkat. Bukan dengan membanjiri air panas, karena dapat menyebabkan gatal dan kulit kering bila disiram terlalu lama).
  • Penggunaan air tawar atau air garam (1/4 sendok teh untuk 1 cangkir air, atau 1-2 sendok teh untuk 1 liter air sebelum direbus) untuk membersihkan kulit yang iritasi akibat pemakaian berbagai krim atau losion.

Bila terlanjur menggunakan berbagai krim dan losion untuk kulit di daerah kelamin hingga terjadi iritasi, maka pengobatannya sebenarnya mudah. Cukup dengan menggunakan rendaman air garam selama 10-15 menit, 2-3 kali dalam sehari. Hal ini boleh dilakukan bila kulit sekitar kelamin mengalami pecah-pecah, terdapat luka, atau bengkak dan nyeri. Kegiatan ini hanya boleh dilakukan selama 3-4 hari, karena bila dilakukan terus menerus malah akan membuat kulit di sekitar kelamin kering. Setelah selesai berendam dengan air garam, maka hendaknya daerah kelamin dikeringkan secara hati-hati menggunakan handuk atau kain. Bisa juga dengan hair-dryer yang dipasang cool-setting, dan setelahnya dipakaikan pelembab.

Untuk kulit kering atau yang teriritasi bisa menggunakan pengganti sabun untuk membersihkan kulit di sekitar kelamin. Krim sorbolen adalah salah satu yang sering dipakai dan harganya murah. Yang perlu diingat adalah untuk menghindari pembersih yang berpewangi dan/atau mengandung gliserin (gliserin 10% menyebabkan rasa tersengat). Perlu juga untuk mengecek sediaan pembersih, dan pastikan bahwa itu adalah krim, bukan losion. Krim dipakai sesaat sebelum dibasuh dengan air dan bilas perlahan hingga terasa ada bagian licin yang melapisi kulit. Kulit yang hanya mengalami kekeringan ringan, boleh menggunakan “sabun” DOVE yang tidak beraroma (unscented).

Beberapa bahan lain juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan kekeringan pada kulit di sekitar kelamin, contohnya adalah:

  • Penggunaan sampo dalam air rendaman mandi
  • Baju tidur/seprai dan selimut/pakaian/pakaian dalam yang terlalu panas
  • Selimut elektrik
  • Pakaian yang terbuat dari bahan wol dan nilon

Bagi mereka yang aktif berolah raga dan kulitnya terpapar dengan kelembapan ekstra, maka pemakaian krim penghalang (barrier cream) bisa sangat membantu. Keringat atau darah mens bisa menyebabkan gesekan dan iritasi kulit di kelamin. Sehingga penggunaan krim zink dan minyak kastor atau vaseline dapat melindungi dan melicinkan area tersebut. Hal ini juga bagus diterapkan saat berolah raga seperti renang, jogging, atau bersepeda.

Tindakan lainnya untuk merawat kondisi kulit kelamin adalah menggunakan tisu toilet yang tidak berpewangi maupun bleaching (dikelantang). Konsumsi air juga dapat memengaruhi kondisi kulit di area intim, sepeti misalnya kafein/kola/coklat yang bekerja sebagai diuretik sehingga membuat sering kencing dan mengiritasi kulit. Konsumsilah banyak air, jus, atau teh herbal untuk mendapatkan air seni yang sifatnya tidak terlalu menyebabkan iritasi. Pemilihan pakaian dalam dari bahan katun dan deterjen yang hipoalergenik juga membantu menjaga kondisi kulit di sekitar kelamin. Selamat mencoba!

 

dr. Gina Anindyajati
23 September 2013

 

Referensi
www.mshc.org.au

Kredit foto: cesarr terrio via Compfight cc